Hukrim

Dokter Curiga dengan Luka Korban, Dugaan Penyekapan Wanita Hilang Tiga Tahun Terbongkar

×

Dokter Curiga dengan Luka Korban, Dugaan Penyekapan Wanita Hilang Tiga Tahun Terbongkar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penganiayaan terhadap seorang wanita

SPIRITS.Id – Seorang perempuan berinisial Y, warga Antapani, Kota Bandung, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 2023 akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah kost di kawasan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (13/6/2026) dini hari.

Penemuan tersebut mengungkap dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga telah berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

Melani selaku kakak ipar korban mengatakan, sekitar tiga tahun lalu korban meninggalkan rumah bersama seorang pria yang diketahui merupakan pacarnya. Sejak saat itu, keluarga kehilangan kontak dengan korban dan sempat berupaya mencari keberadaannya, termasuk dengan menyebarkan informasi orang hilang melalui media sosial.

Beberapa waktu setelah informasi tersebut viral, korban sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Namun setelah itu, komunikasi kembali terputus hingga keluarga tidak lagi mengetahui keberadaannya.

“Kira-kira 3 tahun yang lalu dia pergi dari rumah bersama seorang laki2 , tidak ada kabar berita sudah sempat saya viralin lalu tidak lama dia ada menghubungi Kami dan bilang kalo dia baik-baik saja.” seperti yang di sampaikan kepada Redaksi Spirits.id

Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban menerima telepon pada Rabu lalu yang mengabarkan bahwa Y berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi luka berat di bagian wajah hingga hampir tidak dapat dikenali.

“Lalu pada hari Rabu setelah 3 tahun kepergian dia ada yang menghubungi ke nomor orang tua Kami memberi kabar bahwa Y ada di rumah sakit Hasan Sadikin dengan kondisi cukup parah” Ujarnya.

Menurut pengakuan korban kepada keluarganya, selama ini dirinya diduga mengalami penyiksaan dan penyekapan oleh pria yang menjadi pacarnya tersebut.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika pria yang diduga sebagai pelaku meminta bantuan kepada penjaga kost tempat korban berada untuk membawa korban ke rumah sakit. Saat itu, pelaku beralasan bahwa korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi sekitar satu bulan sebelumnya.

Sebelum dibawa ke rumah sakit menggunakan transportasi daring, kondisi korban diketahui ditutupi dengan masker serta jaket hoodie tebal yang menutupi sebagian besar tubuh dan wajahnya. Penjaga kost yang merasa iba kemudian turut mendampingi korban menuju RSUD Ujung Berung.

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ujung Berung, tim medis mulai mencurigai adanya kejanggalan. Saat melakukan pemeriksaan dan membersihkan luka di bagian wajah serta kepala korban, dokter menemukan kondisi luka yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan bahwa korban hanya mengalami kecelakaan di kamar mandi.

Karena kondisi korban cukup serius, pihak RSUD Ujung Berung kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di RSHS, dugaan adanya tindak penganiayaan semakin menguat hingga melibatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan ahli forensik. Dalam proses tersebut, korban akhirnya mengungkapkan dugaan penyiksaan yang dialaminya setelah didampingi oleh pihak keluarga.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi, pria yang diduga sebagai pelaku sempat berupaya menutupi identitasnya dengan meminta penjaga kost mengaku sebagai saudara korban apabila dimintai keterangan oleh pihak rumah sakit.

Tidak lama kemudian, pria tersebut diduga kembali mendatangi rumah kost yang menjadi lokasi korban ditemukan dengan membawa senjata tajam jenis golok. Ia juga diduga melakukan tindakan perusakan yang membuat penjaga kost memilih mengamankan diri ke rumah orang tuanya.

Selain itu, saksi menyebut kondisi kamar kost yang diduga menjadi lokasi penyekapan ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. Di dalam ruangan tersebut tercium bau amis yang menyengat serta ditemukan sejumlah tisu yang diduga bekas darah.

Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Jajaran Kepolisian Polda Jawa Barat untuk penyelidikan lebih lanjut. Keluarga korban juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Jawa Barat dengan nomor laporan polisi LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.