Ekonomi

IHSG Longsor 4,55% Sepekan, Asing Tarik Dana Rp6 Triliun

×

IHSG Longsor 4,55% Sepekan, Asing Tarik Dana Rp6 Triliun

Sebarkan artikel ini
IHSG Longsor
IHSG lonsor 4,55% sepekan ke 5.896 setelah investor asing tarik dana Rp6 triliun. MSCI evaluasi status Indonesia hingga November 2026, rupiah tembus Rp17.919

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk 4,55% sepanjang sepekan. Pada penutupan terakhir indeks turun 1,7% ke level 5.896,13.

Tekanan jual berlanjut seiring keluarnya modal asing. Data pekan ini menunjukkan investor asing jual bersih sekitar Rp6 triliun di pasar saham.

Arus keluar asing menjadi faktor utama pelemahan IHSG. Sentimen ini memperparah kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko ekonomi.

MSCI mempertahankan Indonesia di kategori emerging market. Namun lembaga indeks global itu memberi catatan soal transparansi pasar dan struktur kepemilikan saham.

MSCI memperpanjang evaluasi status Indonesia hingga November 2026. Waktu tambahan diberikan agar regulator membenahi pasar modal.

Jika perbaikan dinilai belum memadai, Indonesia berpotensi turun ke frontier market. Kondisi itu bisa memicu arus keluar modal lebih besar.

Sentimen domestik juga menekan. Wacana efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Efisiensi belanja negara dikhawatirkan mengurangi konsumsi masyarakat. Investor merespons negatif potensi dampaknya ke pertumbuhan.

Rupiah ikut tertekan. Mata uang Garuda sempat di Rp17.919 per dolar AS. Pelemahan rupiah menambah beban saham karena menaikkan biaya impor.

Faktor eksternal turut memberatkan. Harga minyak turun 8% ke US$69 per barel dan emas ke US$4.033 per ons troi. Saham berbasis komoditas terdampak.

Bursa global juga koreksi. Aksi jual saham teknologi di Asia dan Eropa menular ke logam dan sektor terkait di Indonesia.

Indikator teknikal menunjukkan tekanan jual masih kuat. IHSG berada di bawah MA5, MA10, dan MA20. Analis menyebut indeks rawan uji support 5.700-5.800.

Investor akan pantau data PMI manufaktur, inflasi, neraca dagang, dan tenaga kerja AS. Kebijakan suku bunga The Fed dan rupiah jadi penentu arah IHSG awal Juli 2026.

Analis meminta investor selektif dan utamakan manajemen risiko. Volatilitas pasar diprediksi masih tinggi.