Politik dan Pemerintahan

Diplomasi Dua Jenderal: Prabowo & El-Sisi Bahas Palestina

×

Diplomasi Dua Jenderal: Prabowo & El-Sisi Bahas Palestina

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dalam kunjungan kenegaraan di Istana.
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dalam kunjungan kenegaraan di Istana.

JAKARTA — Kunjungan kenegaraan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, ke Indonesia membawa angin segar sekaligus babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan ini dinilai sangat unik dan krusial, mengingat kedua kepala negara—Presiden Prabowo Subianto dan Presiden El-Sisi—sama-sama memiliki latar belakang militer yang kuat.

Faktor “diplomasi dua jenderal” ini dinilai menciptakan chemistry yang pragmatis dalam pembahasan strategis, khususnya di sektor keamanan nasional dan industri pertahanan. Hal ini memudahkan kedua negara untuk menyepakati pertukaran intelijen terkait kontraterorisme dan penguatan keamanan maritim lintas batas.

Namun, di luar isu pertahanan, poin paling krusial dalam pertemuan ini adalah penyelarasan sikap terkait krisis di Timur Tengah, khususnya Palestina. Secara geopolitik, Mesir memegang peranan paling vital sebagai pintu masuk darat via Rafah menuju Gaza. Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu pendukung politik dan donor kemanusiaan terbesar bagi Palestina.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana, menilai bahwa kedua negara saling membutuhkan dalam merespons krisis di Gaza.

“Indonesia sangat membutuhkan Mesir sebagai gerbang utama penyaluran bantuan rekonstruksi Gaza. Sebaliknya, Kairo membutuhkan dukungan politik kuat dari Jakarta, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, di forum PBB maupun OKI untuk meredam eskalasi di kawasan tersebut,” ungkap Hikmahanto Juwana.

Selain isu geopolitik, kunjungan El-Sisi juga membawa misi perluasan investasi dan ketahanan pangan. Mesir tengah gencar mempromosikan Suez Canal Economic Zone (SCZone) sebagai pintu gerbang produk Indonesia ke pasar Afrika Utara. Sementara itu, Indonesia berkepentingan mengamankan jalur ekspor kelapa sawit (CPO) dan memastikan rantai pasok pupuk dan gandum tetap stabil.

Tak ketinggalan, peran soft power turut mewarnai pertemuan kedua pemimpin. Keberadaan ribuan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, menjadi modal kuat untuk mempererat kerja sama deradikalisasi dan mempromosikan nilai-nilai Islam moderat (Wasathiyyah) di kancah global.