BERLIN – Krisis energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah dinilai tidak hanya mengguncang stabilitas ekonomi global, tetapi juga memberi keuntungan besar bagi negara eksportir minyak, Rusia.
Para analis dari German Institute for Economic Research menyebut lonjakan harga minyak dunia otomatis meningkatkan pendapatan Rusia. Pasar akan beralih dari Timur Tengah ke Rusia, apalagi Donald Trum sudah bilanh akan mencabut sebagian sanksi perdagangan minyak dari Rusia.
Markus Bickel menjelaskan, keuntungan besar dari kenaikan harga minyak sebagian bahkan digunakan untuk membiayai perang melawan Ukraina.
“Rusia diam-diam mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga energi. Secara tidak langsung, kondisi ini juga berdampak pada dinamika konflik global,” ujar Markus Bickel dalam diskusi ekonomi internasional.
Menurut Claudia Kemmfert, ketegangan di kawasan juga dipicu oleh potensi gangguan jalur distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.
“Jika jalur tersebut terganggu, pasokan energi global dapat tertekan sehingga harga minyak melonjak tajam di pasar internasional,” ujarnya.
Meski sebelumnya Benjamin Netanyahu dan Donald Trump menyatakan bahwa tekanan terhadap Iran diperlukan untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan.
Pakar Geopolitik Ulrike Hermann, justru menilai konflik tersebut berpotensi memperburuk kondisi keamanan global.
Selain memicu lonjakan harga energi, lanjutnya, konflik juga menyebabkan meningkatnya penggunaan sistem pertahanan udara seperti MIM‑104 Patriot untuk menghadapi serangan drone berbiaya murah.
“Masalahnya, sistem pertahanan tersebut diproduksi dalam jumlah terbatas, diperkirakan hanya sekitar 620 unit per tahun,” kata Ulrike Hermann.
Akibatnya, penggunaan sistem pertahanan mahal untuk menghadapi serangan drone murah dinilai dapat menguras kemampuan militer negara-negara yang terlibat konflik.
Para analis memperingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut, dampaknya tidak hanya pada pasar energi, tetapi juga pada stabilitas keamanan dan ekonomi dunia secara keseluruhan. (Sumber : DW News)
– Krisis energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah dinilai tidak hanya mengguncang stabilitas ekonomi global, tetapi juga memberi keuntungan besar bagi negara eksportir minyak, Rusia.
Para analis dari German Institute for Economic Research menyebut lonjakan harga minyak dunia otomatis meningkatkan pendapatan Rusia.
Markus Bickel menjelaskan, keuntungan besar dari kenaikan harga minyak sebagian bahkan digunakan untuk membiayai perang melawan Ukraina.
“Rusia diam-diam mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga energi. Secara tidak langsung, kondisi ini juga berdampak pada dinamika konflik global,” ujar Markus Bickel dalam diskusi ekonomi internasional.
Ketegangan di kawasan juga dipicu oleh potensi gangguan jalur distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.
Jika jalur tersebut terganggu, pasokan energi global dapat tertekan sehingga harga minyak melonjak tajam di pasar internasional.
Meski sebelumnya Benjamin Netanyahu dan Donald Trump menyatakan bahwa tekanan terhadap Iran diperlukan untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan.
Pakar Geopolitik Ulrike Hermann, justru menilai konflik tersebut berpotensi memperburuk kondisi keamanan global.
Selain memicu lonjakan harga energi, lanjutnya, konflik juga menyebabkan meningkatnya penggunaan sistem pertahanan udara seperti MIM‑104 Patriot untuk menghadapi serangan drone berbiaya murah.
“Masalahnya, sistem pertahanan tersebut diproduksi dalam jumlah terbatas, diperkirakan hanya sekitar 620 unit per tahun,” kata Ulrike Hermann.
Akibatnya, penggunaan sistem pertahanan mahal untuk menghadapi serangan drone murah dinilai dapat menguras kemampuan militer negara-negara yang terlibat konflik.
Para analis memperingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut, dampaknya tidak hanya pada pasar energi, tetapi juga pada stabilitas keamanan dan ekonomi dunia secara keseluruhan. (Sumber : DW News)








